4 Racun Berbahaya Yang Bisa Hidup di Dalam Rumah

Radon

Penghuni rumah bisa merasa tenang dan nyaman ketika kebersihan dalam tempat tinggal terjaga. Namun, apakah hunian kamu terbilang sehat? Penjabaran tentang sehat sangatlah luas. Tapi pada dasarnya rumah yang sehat ialah mampu membebaskan dan melindungi penghuni dari dari bahaya penyakit, seperti racun, yaang merupakan substansi organik atau non-organik yang berwujud gas, cair atau padat. Keberadaannya sangatlah mengganggu kesehatan para penghuni hunian, mulai dari gejala riang seperti pusing dan sesak napas, hingga penyaki berat seperti kanker kronis. Racun dapat bersumber dari binatang maupun zat kimia yang diam-diam bersemayam di dalam bangunan. Untuk itu, kamu harus mengenal, mendeteksi dan menyingkirkannya sedini mungkin. Untuk membantu kamu, berikut ada beberapa jenis racun berbahaya yang paling umum ditemukan di dalam rumah.

1.) Asbes

Asbes

Memang material bangunan yang satu ini perlahan mulai ditinggalakan karena diketahui memiliki serat berbahaya dan memicu kanker paru-paru. Tetapi, material yang satu ini sempat populer sekitar tahun 1920 hingga 1970. Jika hunian kamu masih menggunakan asbes, secepatnya cari pengganti yang lebih aman. Karena ditakutkan nanti kamu bersama seluruh anggota keluargamu terserang penyakit mematikan.

2.) Pembersih, Pewangi, Dan Obat Pembasmi

Obat Pembasmi, Pembersih Dan Pewangi

Padahal produk-produk yang satu ini sering kali kita lihat di berbagai supermarket, ataupun minimarket, dan bahkan sering muncul di berbagai iklan media. Tapi apakah kamu tahu, bahwa semua produk tersebut terdapat pestisida yang berbahan kimia, beracun dan berbahaya bila terhirup manusia. Dibakar, dioles atau disemprot, pembasmi serangga dan nyamuk berisiko kanker hingga merusak otak anak-anak. Efeknya mulai dari sekedar iritasi, sesak napas hingga kanker untuk jangka waktu panjang.

3.) Radon

Radon

Racun yang satu ini susah sekali terdeteksi, karena tak berbau dan tak terasa. Lantaran racun ini berjenis gas dan tak kasatmata yang memicu kanker paru-paru. Radon bisa disebabkan oleh perubahan pada material bangunan seperti batuan, air dan tanah. Batu bata, tambang hingga beton juga dapat meningkatkan radiasi radon ke udara bebas. Walaupun hunian kamu menggunakan AC, justru konsentrasi gas ini juga akan lebih tinggi ketimbang sirkulasi udara terbuka alami. Untuk mendeteksinya diperlukan alat khusus. Anda bisa meminimalisir konsentrasinya dengan menerapkan ventilasi yang baik di rumah.

4.) Jamur

Jamur

Racun yang satu ini begitu mudah kita jumpai di berbagai sudut hunian kita. Jamur begitu mudah tumbuh di tempat-tempat yang sangat lembab. Jangan disepelekan racun yang satu ini, karena dapat mengancam kesehatan, dan bahkan juga akan merusak bangunan dan penampilannya bila terus dibiarkan. Deteksi keberadaan jamur dengan rutin mengamati spot lembab seperti di kamar mandi atau area dekat tetesan air. Tumbuhan parasit ini identik dengan bau basah yang berlangsung kontinyu dan umumnya berwarna hijau, putih atau hitam. Untuk membasminya, kamu cukup menggunakan obat jamur atau pemutih yang aman. Selain itu, racun di rumah juga bisa bersembunyi di cat, bantalan sofa, coating logam dan sebagainya.

Nah, itulah Beberapa Racun Berbahaya Di Dalam Rumah. Maka dari itu, kamu harus rajin-rajin membersihkan hunian kamu, agar terhindar dari berbagai penyakit yang mematikan. Kalau bisa, bersihkan setiap hari, agar hunian terasa nyaman, tenang, dan membuat seluruh anggota keluarga merasa betah.