Sungai – Sungai di Jakarta Yang Sering Meluap Ketika Hujan Turun

Sungai Ciliwung

Sungai merupakan tempat mengalirnya air yang berasal dari hulu menuju hilir, dan berujung di muara menuju ke laut. Sungai juga berfungsi untuk menampung debit air yang turun ketika hujan. Air yang berada di dalam Sungai bermacam presipitasi, antara lain embun, hujan, limpasan bawah tanah, mata air, dan di sebagian negara air sungai berasal dari salju atau lelehan es. Sungai pun memiliki berbagai jenis, ada sungai permanen, ada juga sungai periodik.

Kita ketahui bahwa DKI Jakarta kerap kali dilanda banjir ketika hujan turun. Banyak sungai-sungai besar, ataupun anak sungai yang meluap di sebagian kota Jakarta. Ini tentunya akan mengganggu aktivitas kamu nantinya, apalagi akhir-akhir ini hujan sering turun. Lalu, sungai-sungai mana saja sih yang sering meluap ketika banjir datang? Berikut saya akan informasikan!

Sungai pertama yang kerap melauap di Jakarta adalah tentunya Sungai Ciliwung. Berhulu di daratan tinggi yang terletak di Gunung Pangrango, dan bermuara di daerah Luar Batang, Jakarta Utara. Sungai ini memiliki dua cabang yang berada di Manggarai, Jakarta Selatan, yakni melalui tengah kota antara lain Gunung Sahari, dan satunya lagi melalui Tanah Abang. Lalu kenapa sungai ini kerap meluap ketika hujan turun? Jawabannya adalah karena masih berdiri pemukiman kumuh di sepanjang Sungai Ciliwung ini. Dan tentu saja masyarakatnya membuang sampah ke dalam sungai tersebut. Sehingga tak heran jika air hujan turun dengan deras, terutama di Bogor, akan menimbulkan banjir. Sebenarnya Pemerintah sudah berupaya untuk menanggulangi banjir, tetapi hingga kini upaya tersebut kurang berhasil, walau sebagian daerah sudah terbebas dari bahaya banjir. Sehingga untukmu yang ingin mencari lokasi untuk tempat tinggalmu, saya sarankan untuk tidak memilih lokasi yang dilalui aliran air Sungai Ciliwung.

Lalu, sungai kedua yang memang seringkali meluap di Kota Metropolitan adalah Sungai Pesanggrahan. Sungai ini juga mengalir dari Kabupaten Bogor, Kota Depok, melalui Jakarta Selatan, dan berhulu di Tangerang, Banten. Kondisi sungai tersebut saat ini sudah diperluas, dan dikeruk kedalamannya. Karena memang sungai ini membuat masyarakat sekitar merasa resah saat hujan turun dengan deras. Sebabnya pun sama, masih ada penduduk liar yang tinggal di bantaran sungai tersebut, dan tentunya tak dijaga akan kebersihannya.

Ketiga, Sungai Krukut yang sering meluap dan mengakibatkan banjir di sebagian Kota Jakarta. Sungai sepanjang 40 km ini, mengalir dari Situ Citayam, dan melalui sebagian wilayah Jakarta, antara lain Jagakarsa, Pasar Minggu, Gatot Subroto, Mampang Prapatan, Tanah Abang, Setiabudi, dan bermuara di Kali Ciliwung. Awalnya sungai ini menjadi objek wisata pada masa pemerintahan Belanda, namun kini berubah 360 derajat, menjadi kali yang kumuh, kotor, dan pengelolaan yang kurang optimal. Pemerintah kini tengah berupaya untuk menormalisasi sungai tersebut.

Foto Sungai Ciliwung di Jakarta

Sungai Ciliwung

Sungai – Sungai Yang Sering Meluap di Jakarta Saat Hujan Turun. Semoga dengan segera Pemerintah dapat menanggulangi dan menormalisasi sungai-sungai tersebut, yang memang sering meresahkan masyarakat. Dan kita sebagai masyarakat umum harus selalu menjaga lingkungan sekitar kita, supaya tak merugikan kita tentunya.